Thursday, February 19, 2009

Permohonan Maaf


Dear pembaca.

Ahli romansa sedang bertugas di sebuah daerah yang berada di plosok. Sangking di plosoknya mencari internet saya harus berkendara hampir satu jam untuk mencari warnet. Oleh karena itu tulisan ahli romansa tidak bisa lancar seperti biasanya, Ahli romansa akan kembali berada di peradaban kira-kira hari jumat. Oleh karena itu setelah harijumat tanggal 20 fevruary maka tulisan akan lancar seperti sedia kala. Tapi jangan kuatir Ahli romansa akan tetap memberikan solusi cinta untuk anda.

Bagaimana valentine nya? Semoga tidak hanya bikin pengelola mall dan restoran pada kaya tapi anda berhasil menemukan diri anda sendiri dan cinta. Ahli romansa bersyukur bahwa ditengah kompleksnya hidup cosmopolitan ternyata memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi pemaknaan dan cara berpikir. Di tempat ini, ahli romansa melihat betapa sederhananya cara berpikir orang –orang pelosok dibandingkan dengankecanggihan dan modernnya pemikiran kosmopolit.

Walaupun demikian ahli romansa menemukan bahwa ternyata arti cinta itu universal. Yakni menikmati kutukan berkehendak bebas. Pembaca tahu tidak bahwa kehenda bebas merupakan kutukan? Karena dengan kehendak bebas kita selalu berusaha untuk mewujudkan kehendak kita pada kehidupan ini. Padahal dengan mewujudkan kehendak kita maka kita bersaing dengan kehendak-kehendak orang lain.itulah kutukannya. Bersaing kehendak.

Ditempat ini, ditengah semua keterbatasannya mereka menikmati bahwa kehendak bebas itu harus dilebur menjadi kehendak komunitas untuk bertahan hidup. Sehingga kehendak pribadi tidak muncul dalam komunitas. Terkesan seperti kepathuan terhadap peraturan, padahal sebenernya tidak. Selama satu minggu, bergaul secara intensif dengan komunitas, ahli romansa tercengang bahwa kepatuhan mereka adalah bentuk cinta mereka terhadap kehidupan. Dalam hal ini, kelangsungan hidup komunitasnya dan keturunan mereka.

Apakah kehidupan urban membuat kita sangat bebas merdeka dalam mengekspresikan diri, membuat kita tidak pernah mencintai orang lain selain diri kita sendiri? Apakah kita menyayangi orang lain karena kita memang berkehendak bebas bahwa saya menginginkan pasangan saya hidup bersama saya selamanya atau saya horni maka saya berkehendak untuk meniduri pasangan saya. Kapankah kehendak kita ini secara bebas pernah kita tujukan untuk mengekspresikan kehendak pasangan kita layaknya penduduk dusun ini mencintai komunitas mereka. Mereka mungkin terkutuk karena kehendak bebas mereka redam untuk mengedepankan keinginan kelompoknya. Mereka melakukan itu karena mereka mencintai kelompoknya.

Jika dalam konteks berpasangan maka anda akan beradu kehendak dengan pasangan yang memiliki kehendak yang berbeda. Apakah kompromi yang anda lakukan merupakan usaha untuk mengusahakan kehendak anda ataukah memang karena mencintai pasangan dan membiarkan dirinya mengekspresikan keinginannya yang bebas itu?? Anda meniduri dia karena anda sayang atau anda pengen memuaskan dorongan anda. Kurang lebih itu perilaku kongkritnya.

Ahli romansa memohon agar anda bisa merenungkan itu. Karena jika anda bisa menjawab apakah kehendak saya dan mengaa itu bisa muncul maka tidak ada masalah cinta yang anda hadapi. Tapi kalo masih ada masalah, jangan kuatir, selalu ada solusi masalah cinta dari ahli romansa

Saya akan menceritakan pengalaman perjalanan saya kali ini pada saat saya sudah di Jakarta. Ahli romansa mohon maaf atas bahasa yang mungkin sulit anda mengerti karena ahli romansa tidak punya banyak waktu dan sumber daya. Namun demi kepuasan para pembaca solusi masalah cinta. Maka ahliromansa berusaha untuk secara teratur memposting artikel-artikel tentang cinta. Sampai ketemu lagi (ternyata tetep nggak sempet, maaf yah)

Best regards,
ahliromansa

1 comments:

erwinyustiawan said...

wehehe..bahsanya puitis kyk orangnya..:)

Post a Comment